Inter Memang Pantas Menang atas Cagliari



SportSiana ~ Pelatih Inter Milan, Walter Mazzarri, mengaku kecewa timnya hanya bermain imbang 1-1 dengan Cagliari pada lanjutan Serie-A di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (23/2/2014). Menurutnya, Inter pantas menang pada pertandingan tersebut.

Inter lebih dulu tertinggal setelah Mauricio Ricardo Pinilla membobol gawang kiper Samir Handanovic melalui titik putih pada menit ke-40. Gol balasan Inter dicetak Rolando (52).

"Kami pantas memenangi pertandingan ini. Kami melakukan tugas dengan baik untuk membendung serangan balik mereka. Tapi sayangnya beberapa hal berjalan buruk seperti yang sudah kami khawatirkan sebelumnya," ungkap Mazzarri.

"Apakah kami sedikit tidak konsisten? Tidak mudah bermain selama 90 menit dengan cara yang sama setiap pertandingan. Khususnya ketika Anda melawan Cagliari yang bermain dengan baik di lapangan," tambahnya.

Menurut catatan Lega Serie-A, selama pertandingan, Inter menguasai bola 59 persen dan menciptakan enam peluang mengarah ke gawang dari 16 spekulasi. Sedangkan, Cagliari hanya memiliki satu kesemaptan dari total enam percobaan.

"Saya hanya bisa memberi selamat untuk permainan mereka. Mereka memainkan sepak bola yang bagus dan membuat beberapa keputusan berani. Mereka memiliki sejumlah pemain yang benar-benar bisa menyakitkan Anda," kata Mazzarri.

Sumber: www.gool.com

Tevez Penentu Kemenangan Atas Torino



SportSiana ~ Juventus berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Torino pada lanjutan Serie-A di Stadion Juventus, Minggu atau Senin (24/2/2014) dini hari WIB.

Berkat raihan tiga angka ini, Juventus tetap menguasai klasemen sementara Serie-A dengan poin 66 dari 25 pertandingan, unggul sembilan angka dari AS Roma di peringkat kedua yang baru memainkan 24 laga.

Juventus sudah menekan tim tamu sejak menit-menit awal pertandingan. Beberapa kali skuad asuhan Antonio Conte itu memperoleh peluang untuk membobol gawang Torino yang dikawal kiper Daniele Padelli.

Pada menit ke-11, misalnya, saat kerjasama Carlos Tevez mendapatkan umpan matang Fernando Llorente di kotak penalti Torino. Beruntung, Padelli masih sigap menepis bola tendangan Tevez sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok.

Meski mendapatkan tekanan, Torino bukan tanpa serangan. Pada menit ke-29, Alessio Cerci melakukan pergerakan berbahaya di jantung pertahanan Juventus sebelum berusaha melepaskan tendangan dari jarak dekat. Beruntung bagi tuan rumah, kiper Gianluigi Buffon mampu mengantisipasi bola tendangan Cerci.

Satu menit berselang, Juventus langsung membalas. Namun, kali ini upaya tuan rumah mampu membuahkan hasil karena bola tendangan keras Tevez yang memanfaatkan umpan
Kwadwo Asamoah gagal dibendung Padelli sehingga mengubah kedudukan 1-0 untuk keunggulan Juventus.

Gol tersebut membuat Juventus semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan. Torino yang mencoba membalas pun terlihat kesulitan mengembangkan permainan karena barisan pertahanan Juventus tampil cukup disiplin.

Peluang terbaik Torino di babak kedua diperoleh striker Omar El Kaddouri pada menit ke-66. Namun, bola tendangan bebas pemain berusia 23 tahun itu hanya melayang tipis di atas mistar gawang Buffon.

Sementara itu, Juventus yang mendapatkan sejumlah peluang juga gagal mengonversikannya menjadi gol. Skor 1-0 untuk tim tuan rumah pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Menurut catatan Lega Serie-A, sepanjang pertandingan, Juventus menguasai bola sebanyak 62 persen dan menciptakan empat peluang emas dari sembilan usaha. Sementara itu, Torino melepaskan dua tembakan akurat dari tujuh percobaan.

Susunan pemain:

Juventus: 1-Gianluigi Buffon, 4-Martin Caceres, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci, 6-Paul Pogba, 21-Andrea Pirlo, 22-Kwadwo Asamoah, 23-Arturo Vidal (8-Claudio Marchisio 74), 26-Stephan Lichtsteiner, 10-Carlos Tevez (18-Pablo Daniel Osvaldo 90), 14-Fernando Llorente (20-Simone Padoin 89)

Pelatih: Antonio Conte

Torino: 30-Daniele Padelli, 5-Cesare Bovo (69-Riccardo Meggiorini 81), 24-Emiliano Moretti, 25-Kamil Glik, 7-Omar El Kaddouri (8-Alexander Farnerud 85), 17-Salvatore Masiello, 20-Giuseppe Vives, 27-Jasmin Kurtic (4-Migjen Basha 90), 36-Matteo Darmian, 9-Ciro Immobile, 11-Alessio Cerci

Pelatih: Giampiero Ventura

Wasit: Nicola Rizzoli

Sumber: Sky Sports

Rolando Sang Penyelamat Inter dari Kekalahan



SportSiana ~ Inter Milan bermain imbang 1-1 dengan Cagliari, pada pertandingan Serie-A, di Giuseppe Meazza, Minggu (23/2/2014). Dengan hasil itu, Inter tetap berada di peringkat kelima klasemen, dengan nilai 40, atau kalah enam angka dari Napoli di peringkat ketiga (zona kualifikasi Liga Champions).

Inter tertinggal lebih dulu akibat eksekusi penalti Mauricio Pinilla pada menit ke-40. Cagliari mendapat penalti karena Juan Jesus dinilai wasit melakukan handsball, ketika mengantisipasi tembakan Segundo Ibarbo.

Rolando membawa Inter menyamakan kedudukan pada menit ke-52. Dari jarak dekat, ia menembakkan bola kiriman Mauro Icardi ke tengah gawang dengan tendangan kaki kanan.

Bermain sebagai tamu, Cagliari tampil agresif sejak menit awal. Selama sepuluh menit pertama, mereka menekan Inter dan menyelesaikan serangan dengan eksekusi. Namun, penyelesaian akhir yang kurang terukur membuat peluang tak membuahkan gol.

Pada menit kelima dan kesembilan, misalnya, Pinilla melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti, tetapi tak satu pun mengarah tepat ke sasaran.

Setelahnya, Inter bisa mengendalikan keadaan. Selain mampu mematahkan serangan-serangan lawan, Inter mampu menembus benteng Cagliari dan menciptakan peluang. Namun, penyelesaian akhir Inter juga kurang terukur, sehingga tak mendapatkan gol. Jonathan, Fredy Guarin, dan Walter Samuel bergantian melepaskan tembakan, tetapi tak satu pun menyusahkan Vlada Avramov.

Selepas menit ke-30, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Kedua kubu banyak terlibat perebutan bola, tetapi masih mampu menciptakan peluang. Setelah tembakan  Zdravko Kuzmanovic pada menit ke-32 meleset, Cagliari membalas melalui Matias Vecino pada menit ke-36. Namun, tembakan Vecino meleset.

Inter belum menciptakan ancaman, ketika Cagliari mendapatkan penalti yang diubah menjadi gol oleh Pinilla. Inter berusaha bangkit dan mendapatkan peluang beruntun melalui Ricardo Alvarez dan Diego Milito. Tembakan Alvarez dan Milito akurat, tetapi diantisipasi Avramov.

Setelah turun minum, Inter mengambil inisiatif menyerang dan mendapatkan dua peluang dari Rodrigo Palacio dan Rolando. Sementara tembakan Palacio meleset, tembakan Rolando membuahkan gol penyama kedudukan.

Inter berusaha mempertahankan tekanan mereka dan berusaha membalik keadaan. Namun, barisan pertahanan Cagliari berhasil mengatasi ancaman tuan rumah. Pada menit ke-60, misalnya, Alvarez melepaskan tembakan yang diblok seorang pemain lawan. Lima menit kemudian, Palacio melihat tembakannya kandas di tangan Avramov.

Cagliari sempat mencoba keluar dari tekanan Inter. Namun, sebelum usaha mereka membuahkan ancaman berarti, Inter kembali mampu menguasai keadaan. Meski begitu, Inter kesulitan menciptakan peluang. Saat laga mendekati akhir, barulah Inter menciptakan peluang melalui Icardi dan Samuel. Sementara tembakan Icardi membentur mistar, tembakan Samuel meleset dari sasaran.

Sepanjang laga, menurut catatan Lega Serie-A, Inter melepaskan dua tembakan akurat dari tujuh usaha, dengan penguasaan bola 57 persen. Adapun Cagliari melepaskan satu tembakan titis dari empat percobaan.

Inter Milan: 1-Samir Handanovic; 5-Juan, 25-Walter Samuel, 35-Rolando; 2-Jonathan, 11-Ricardo Alvarez (10-Mateo Kovacic 66), 13-Fredy Guarin, 17-Zdravko Kuzmanovic (20-Rubén Botta 78), 55-Yuto Nagatomo; 22-Diego Milito (9-Mauro Icardi 46)

Pelatih: Walter Mazzarri

Cagliari: 25-Vlada Avramov; 8-Danilo Avelar, 13-Davide Astori, 15-Luca Rossettini, 21-Daniele Dessena; 7-Andrea Cossu (24-Gabriele Perico 78), 20-Albin Ekdal, 27-Matias Vecino, 32-Adryan Oliveira Tavares (16-Sebastian Eriksson 57), 23-Segundo Ibarbo, 51-Mauricio Pinilla (18-Nene 77)

Pelatih: Diego Luis Lopez

Sumber: Sky Sports